Cerita2 Kursus Kilat Nahwu, Hiro 24-30 Des 06
(seperti yang tertulis di milis NU-Nihon)
Assalaamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Kali ini saya ingin berbagi sedikit cerita mengenai perjalanan saya ke Hiroshima, 24-30 Desember 2006 lalu....
Bisa dibilang, kesempatan yang saya dapatkan untuk bisa ke Hiroshima adalah termasuk salah satu momen paling ajaib dalam hidup saya, dimana keinginan untuk melakukan perjalanan tersebut datang saja secara tiba2, tanpa ada perencanaan yang panjang sebelumnya dan jujur saja saya bisa dibilang belum cukup bisa untuk mensyukuri hikmah yang saya dapati dari perjalanan saya tersebut...
Adapun perjalanan ini dilakukan dalam rangka untuk belajar grammar bahasa Arab. Saya menyadari kalau yang namanya udah jalan2 di negeri orang, mungkin godaan untuk bisa keliling/travelling sangat besar sekali, namun saya berusaha untuk bersungguh2 meluruskan niat saya, dengan insya Allah saya bisa mendapatkan hasil terbaik dari ilmu yang diberikan...
Dan memang...niat itu tidak bisa hanya menjadi sekedar niat saja, ternyata memang selama sebelum berangkat hingga proses pelajaran berlangsung godaan selalu saja datang untuk menggoyahkan niat tersebut...
Sebelum berangkat, saya diliputi perasaan bimbang dan ragu untuk menjalaninya, apalagi di tengah2 sibuknya tugas kuliah yang menumpuk (salah satu sebabnya karena mengundurkan waktu pengerjaan), tapi saya pikir kesempatan seperti ini mungkin akan menjadi satu2nya kesempatan yang saya miliki, apalagi saya pikir ilmu yang ingin saya pelajari ini adalah suatu ilmu yang untuk saya pribadi sulit untuk mencari dan mempelajarinya, melihat ke berbagai faktor penyebab yang ada. Akhirnya dengan berlatar belakang itu, tekad berangkat pun ditetapkan...
Pada saat pelajaran berlangsung, yang mungkin paling besar di antaranya adalah untuk menjaga semangat belajar tiap harinya, walaupun mmg ada beberapa saat saya mmg kandas, bisa saja diantaranya dengan terlalu banyak istirahat (baca: tidur) atau santai, dan menghadapi salah satu godaan yang paling kuat bagi saya, yaitu menahan diri untuk browsing dan chatting. Tapi alhamdulillah, walaupun godaan2 tersebut tidak berhenti menerjang tiap harinya, pelajaran2 yang ada dilalui dengan cukup baik dan efektif, serta mencapai target yang cukup memuaskan (terutama bagi saya pribadi)...
Selama kunjungan itupun, banyak sekali hikmah yang saya dapati yang mungkin tidak dapat saya sebutkan satu persatu di sini, tapi semuanya itu berujung kepada suatu kata, yaitu silaturahim atau menyambung tali kasih sayang (sesama manusia/muslim)...
Alhamdulillah, selama kunjungan saya di sana, saya disambut dengan kehangatan yang sungguh luar biasa (Apalagi saya datang pas bubaran pemilihan ketua PPI Hiro yang baru). Pada hari2 berikutnya pun, tawaran untuk silaturahim tidak henti2nya datang dari teman2 di Hiroshima, yang sungguh membuat saya bersuka cita. Silaturahim yang terjadi pun dalam bentuk yang macam2, dari mulai sekedar obrolan santai, teman bersepeda, ditumpangi mobil, hingga hanya seutas senyum yang terbersit karena mungkin melihat saya sebagai tamu dari jauh...
Malam2pun dilalui dengan makan bersama dengan memenuhi undangan rekan2 di sana, dan tak terasa pula kedekatan diantara kita terbentuk, dan saat2 seperti inilah yang sepertinya akan menjadi momen2 berharga dalam hidup saya, dan dengan harapan silaturahim akan terus tersambung....
Melihat kepada cakrawala di hadapan, tantangan pun langsung terpampang di hadapan, dalam bentuk pertanyaan,
"So, basic ilmu udah kamu dapatin nih Van, terus gimana ke depannya?"
Mungkin dari kedudukan ini, saya mohon doanya dari rekan2 semoga ilmu yang dipelajari tidak menjadi sia2 dan bisa menjadi landasan saya untuk bisa sebenar2nya belajar akan Islam untuk ke depannya...
Last but not least, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada orang2 berikut:
- Pak Agus, yang mengawali ini semua, memberikan saya kesempatan untuk mempelajari ilmu nahwu ini, dan asistensinya akan bagaimana waktu yang harus saya lalui di sana, di tengah2 kesibukannya merampungkan disertasi, mengurus keluarga, dan lain2nya...dan juga diskusi2 di tengah pelajarannya...mohon doanya supaya ilmunya lestari pak...dan semoga ilmu nahwu ini bisa terus berkembang dan tersebar luas k depannya...meluruskan kita semua akan gimana kita harus mempelajari akan ilmu2 yang terdapat dalam AlQuran yang mulia kandungannya ini...sesuai dengan landasan2 ilmiah yang telah ditetapkan oleh pendahulu2 kita...
- Pak Iyan, yang telah memberikan saya akomodasi yang luar biasa...benar2 memberi suasana kehangatan di dinginnya Saijo kala itu, tak lupa juga dengan jiken2 masaknya, dari mulai gulai kambing hingga ubi goreng, mantab semua pak!...dan juga cerita2 mengenai kesan beliau di Jepang, seiring dengan beliau mengarungi alam Azeroth...maap sering pulang malam pak...dan jadi temen sprint lari saya di saat2 akhir juga ^^'
- Mas Aan, yang banyak membantu menjadi director (baca: penunjuk jalan) saya di sana...teman bersepeda dan teman satu ngaji juga...dan juga cerita2 ringannya...moga bisa menyusul kiprah suksesnya mas Aan juga (dapat beasiswa dan nikah hehehe)...kapan2 kita bersepeda di Beppu mas insya Allah...hehehe
- Pak Taufik Djatna, ketua baru PPI Hiro, atas sambutan hangatnya menyambut tamu yang dari jauh ini...ditunggu kunjungannya di Beppu pak...! Semoga PPI Hiro dan PPI Oita (APUIna) bisa mempunyai silaturahim yang lebih erat ke depannya....
- Rekan2 NU Nihon dan PPI di Hiro...Pak Lukman, Pak Fikri, Mba Marina, Pak Ardyono, Bu Ida, Bu Nanik, Mas Asep, dan lain2nya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu di sini....terima kasih atas hospitalitynya...bener2 jadi ngk kerasa asing deh berada di Hiroshima...berkah Allah buat semuanya...
- Bang Indra, rekan2 lainnya di NU-Nihon PCI Beppu...atas doa dan restunya dalam keberangkatan saya untuk ke Hiroshima ini...terima kasih atas supportnya semua...
Semoga Allah memuliakan kita semua dan meluruskan niat kita dalam menjalani segala sesuatunya...maaf lahir batin...
salam,
--
Ananda Setiyo Ivannanto
Undergraduate of Asia Pacific Management
Ritsumeikan Asia Pacific University
Beppu, Japan




1 Comments:
Assalamu alaikum wr. wb.
Maaf, saya tidak tahu harus mengirim email melalui alamat yg mana, jadi ke link ini saja.
Dalam waktu dekat saya berencana ke Oita menemani istri saya yg sdh lebih dulu di sana untuk rencana belajar di Oita university (alhamdulillah tiba sekitar 10 hari lalu). Ia mengeluhkan tdk adanya komunitas Indonesia yg bisa diajak sharing atau tanya2. Kasian dia, seorang diri. Makanya sy ingin segera menyusul sekalian bantuin sebisanya. Mas Ivan bisa kasi informasi kontak ?
Wassalam,
Kusno (unnoku@yahoo.com)
Post a Comment
<< Home