...Kekeringan spiritual...
Sebuah istilah melambangkan sebuah keadaan dimana semua nilai2 yang berada di dalam kehidupan kehilangan maknanya...
Apapun yang dilakukan tidak berharga...
Semuanya menjadi sampah...
Apapun yang dilakukan terasa sia2...
Mungkin inilah rasanya menjadi sebuah mayat hidup kali ya...?
Hidup sepertinya kok cuman untuk bertahan hidup aja...
bernapas, jalan, ngomong seperlunya, makan, minum, tidur...
But in such miracle, I would be change into one of the happiest being in the world...
I wonder...how I can be driven to that moment again now...
taking a deep breath...
oh Allah...please save me from this agony...
show me how I can get myself feel life is valuable again...
(sebenarnya dibalik ini semua, ini adalah suatu dampak dari meninggalkan sebuah tanggung jawab...atau lebih tepatnya...mengundurkannya...yaitu tesisku yang terbengkalai...dimana tadinya kurencanakan dikerjakan di liburan ini...februari dan maret...tapi berakhir sampai menjelang akhir maret ini tidak kusentuh sedikitpun...walaupun mmg aku merencanakan untuk membawa kerjaanku kembali ke Jepang dan menyelesaikan di sana sampai liburan habis...)
Academically speaking, Ive been caught in this "illness", to some great extent:
the relaxed type often feels negatively toward his/her work and blows it off--forgets it--by playing (Solomon and Rothblum, 1984). John, described early in this chapter, is the relaxed type; he neglected his school work but not his socializing. This denial-based type of procrastinator avoids as much stress as possible by dismissing his/her work or disregarding more challenging tasks and concentrating on "having fun" or some other distracting activity; if their defense mechanisms work effectively, they actually have what seems like "a happy life" for the moment.
source:
http://www.mepcoeng.ac.in/scienceforum/psycology/psyhelp/chap4/chap4r.htm




0 Comments:
Post a Comment
<< Home